Mengenal Gejala dan Penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita
![]() |
| Memahami perbedaan antara batuk pilek biasa dan gejala ISPA yang serius membantu Bunda memberikan pertolongan pertama yang tepat serta mencegah komplikasi pernapasan pada si kecil |
ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan salah satu alasan utama orang tua membawa balitanya ke dokter. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Karena sistem imun balita yang masih dalam tahap perkembangan, mereka jauh lebih rentan tertular virus atau bakteri penyebab ISPA dibandingkan orang dewasa.
Apa Itu ISPA?
ISPA adalah infeksi yang mengganggu proses pernapasan normal. Infeksi ini bisa bersifat ringan, seperti batuk pilek biasa (common cold), hingga yang bersifat serius dan mengancam jiwa seperti pneumonia (paru-paru basah). Sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus, yang berarti penggunaan antibiotik seringkali tidak diperlukan kecuali ada indikasi infeksi bakteri sekunder.
Gejala ISPA yang Perlu Bunda Kenali
Gejala ISPA pada balita bisa muncul secara tiba-tiba atau bertahap. Beberapa gejala umum meliputi:
Hidung tersumbat atau meler (pilek).
Batuk kering atau berdahak.
Sakit tenggorokan (anak mungkin menolak makan atau minum).
Demam (suhu tubuh di atas 37,5°C).
Suara serak.
Mata merah dan berair.
Langkah Penanganan Mandiri di Rumah
Jika si kecil mengalami ISPA ringan tanpa sesak napas, Bunda dapat melakukan hal berikut:
Cukupi Kebutuhan Cairan: Berikan lebih banyak air putih, ASI, atau kuah sup hangat untuk menjaga keenceran lendir dan mencegah dehidrasi.
Bersihkan Hidung: Gunakan obat tetes atau semprot hidung berbahan air garam (saline) untuk membantu melegakan pernapasan si kecil.
Gunakan Humidifier: Udara yang lembap dapat membantu mengencerkan dahak dan menenangkan tenggorokan yang iritasi.
Istirahat Cukup: Pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang berkualitas untuk membantu proses pemulihan daya tahan tubuh.
Kapan ISPA Menjadi Gawat Darurat?
Bunda harus segera membawa si kecil ke IGD jika muncul tanda-tanda Pneumonia atau gangguan napas berat, yaitu:
Napas Cepat: Frekuensi napas jauh lebih cepat dari biasanya.
Tarikan Dinding Dada: Dada terlihat mencekung ke dalam saat anak menarik napas.
Napas Berbunyi: Terdengar suara ngik-ngik (wheezing) atau suara grok-grok yang sangat keras.
Sianosis: Bibir atau kuku tampak kebiruan akibat kekurangan oksigen.
