Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

Panduan Lengkap: Cara Mengatasi Demam pada Anak dan Kapan Harus Segera ke Dokter

Bunda panik saat anak demam?Simak panduan lengkap cara mengatasi demam pada anak di rumah, suhu normal anak, hingga tanda bahaya kapan harus ke dokter

Cara Mengatasi Demam pada Anak - Balita Sehat

Penanganan pertama yang tepat saat anak demam dapat membantu mempercepat proses pemulihan si kecil. (Sumber Foto: Pixabay/Canva)

 

Melihat buah hati yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi lemas, rewel, dan badannya terasa panas tentu membuat hati setiap orang tua merasa khawatir. Demam pada anak sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Namun, sebagai orang tua di era digital, Bunda perlu membekali diri dengan pengetahuan yang tepat agar tidak panik saat suhu tubuh si kecil meningkat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tuntas mengenai apa itu demam, cara penanganan pertama di rumah yang efektif, hingga tanda-tanda bahaya yang mengharuskan Bunda segera membawa si kecil ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Memahami Suhu Tubuh Normal Anak

Sebelum menyimpulkan anak demam, Bunda perlu memastikan suhunya menggunakan termometer yang akurat. Jangan hanya mengandalkan "tempelan tangan" di dahi karena suhu tangan kita bisa sangat subjektif.

Secara medis, seorang anak dikatakan mengalami demam jika suhu tubuhnya berada di atas angka-angka berikut:

  • Suhu Rektal (Anus): 38,0°C atau lebih tinggi.

  • Suhu Mulut (Oral): 37,5°C atau lebih tinggi.

  • Suhu Ketiak (Aksila): 37,2°C atau lebih tinggi.

Jika suhu si kecil masih di kisaran 36,5°C hingga 37°C, itu masih dianggap normal. Namun, suhu tubuh bisa sedikit meningkat setelah anak beraktivitas fisik berat atau saat cuaca sedang sangat terik.

Langkah Pertama Saat Anak Demam di Rumah

Jika si kecil mengalami demam ringan namun masih terlihat aktif bermain dan mau minum, Bunda tidak perlu langsung memberikan obat penurun panas. Berikut adalah beberapa langkah penanganan pertama yang bisa dilakukan:

1. Berikan Cairan yang Cukup

Demam meningkatkan risiko dehidrasi karena tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui penguapan kulit. Pastikan si kecil minum air putih lebih sering. Jika masih bayi, berikan ASI atau susu formula lebih rutin dari biasanya. Cairan yang cukup membantu tubuh mengatur suhu internal dengan lebih baik.

2. Gunakan Pakaian yang Nyaman dan Tipis

Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menyelimuti anak yang demam dengan kain tebal agar "keringat keluar". Hal ini justru berbahaya karena dapat memerangkap panas di dalam tubuh dan membuat suhu semakin melonjak. Gunakan pakaian berbahan katun yang tipis dan menyerap keringat. Jika anak merasa kedinginan, cukup berikan selimut tipis.

3. Kompres Air Hangat (Bukan Air Dingin)

Gunakan handuk kecil yang dibasahi air hangat (suam-suam kuku), lalu tempelkan di area ketiak atau lipatan paha selama 10–15 menit. Mengapa bukan air dingin? Air dingin atau es justru akan memicu tubuh si kecil untuk menggigil, yang secara alami akan menaikkan suhu internal tubuh lebih tinggi lagi.

4. Jaga Suhu Ruangan Tetap Sejuk

Pastikan sirkulasi udara di kamar anak tetap baik. Bunda boleh menyalakan AC atau kipas angin, namun pastikan hembusan angin tidak mengarah langsung ke tubuh anak. Suhu ruangan yang sejuk membantu proses pembuangan panas dari tubuh melalui kulit.

Kapan Harus Memberikan Obat Penurun Panas?

Obat penurun panas seperti Paracetamol atau Ibuprofen biasanya baru disarankan jika suhu tubuh anak sudah mencapai 38°C atau jika demam membuat anak merasa sangat tidak nyaman, gelisah, dan sulit tidur.

  • Paracetamol: Umumnya aman untuk bayi usia di atas 2 bulan (dengan pengawasan dokter).

  • Ibuprofen: Biasanya diberikan untuk anak usia di atas 6 bulan.

  • Peringatan Penting: Jangan pernah memberikan Aspirin kepada anak-anak karena berisiko menyebabkan sindrom Reye yang sangat berbahaya bagi organ hati dan otak.

Selalu ikuti dosis yang tertera pada kemasan berdasarkan berat badan anak, bukan hanya berdasarkan usianya saja.

Tanda Bahaya: Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar demam akan sembuh dengan sendirinya dalam 2-3 hari, ada kondisi tertentu di mana Bunda tidak boleh menunda untuk mencari bantuan medis profesional.

Bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit segera jika:

  1. Usia Bayi di Bawah 3 Bulan: Demam pada bayi baru lahir selalu dianggap serius karena sistem imun mereka yang masih sangat lemah.

  2. Demam Tinggi Berkelanjutan: Suhu mencapai 39°C atau lebih dan tidak turun meskipun sudah diberikan obat.

  3. Tanda Dehidrasi: Anak jarang buang air kecil (popok kering lebih dari 6 jam), mata cekung, mulut kering, atau menangis tanpa mengeluarkan air mata.

  4. Perubahan Perilaku: Anak tampak sangat lemas (letargi), sulit dibangunkan, atau terus-menerus menangis kencang yang tidak bisa ditenangkan.

  5. Gejala Tambahan: Adanya ruam merah di kulit, leher kaku, muntah hebat, diare terus-menerus, atau adanya gangguan pernapasan (sesak napas).

  6. Kejang Demam: Jika anak mengalami kejang, segera bawa ke IGD meskipun kejang hanya berlangsung singkat.

Kesimpulan

Menghadapi demam pada anak memang membutuhkan kesabaran dan ketenangan. Ingatlah bahwa demam adalah tanda bahwa tubuh si kecil sedang "bekerja keras" melawan kuman. Tugas kita sebagai orang tua di blog Balita Sehat ini adalah memberikan kenyamanan maksimal bagi mereka selama proses pemulihan tersebut.

Selalu pantau suhu secara berkala dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika Bunda merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Kesehatan dan keselamatan buah hati adalah prioritas utama.


kesehatan anak
Join the conversation
Post a Comment